Nov
10

Pesan-pesan Pahlawan

10 November — Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Seperti peringatan hari-hari besar lainnya, tadi pagi saya juga mengikuti upacara bendera Peringatan Hari Pahlawan di kantor. Nah, berikut ini adalah pesan-pesan atau kata-kata mutiara para pahlawan yang dibacakan saat upacara tadi pagi.

Nyi Ageng Serang
“Untuk keamanan dan kesantausaan jiwa kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tak ternilai harganya. — disampaikan saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat akibat perlakuan kaum penjajah.

Jenderal Sudirman
“Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah, TNI akan berjuang terus !” — Disampaikan pada jam-jam terakhir jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden Soekarno yang menasehatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya.

Prof. DR. R Soeharso
“Right or wrong my country. lebih-lebih kalau kita tahu negara kita dalam keadaan bobrok, justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya.” — pernyataan sebagai seorang nasionalis dan patriot.

Prof Mohammad Yamin, SH
“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.” — disampaikan pada Konggres II di Jakarta 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris.

Supriyadi
“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharap pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.” — disampaikan saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota PETA untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang.

Teuku Nyak Arif
“Indonesia harus menjadi tujuan hidup kita bersama” — disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil ketua DPR seluruh Sumatra.

Abdul Muis
“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.” — menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SII.

Pangeran Sambernyowo (KGPAA Mangkunegoro I)
Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki), Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan), Mulat sariro hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggungjawab) — Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I.

Meski Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan Arek-arek Surabaya melawan NICA namun salah tokoh pentingnya yakni Sutomo (Bung Tomo) belum diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

3 Comments

Leave a comment